search within document

Memuat...

Selasa, 18 Juni 2013

IAD : MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA



A. Ilmu Lingkungan

Ilmu ini  mempelajari tentang hubungan antara jasad hidup ( termasuk manusia ) dengan lingkungannya. Suatu ruang lingkup yang luas dan berkaitan antara berbagai macam ilmu, antara lain sosiologi, Epidemiologi, kesehatan masyarakat, planologi, Geografi, Ekonomi, Meteorologi, Hidrologi, bahkan pertanian, kehutanan, perikannan, dan peternakan. Dengan adanya ilmu yang luas dan saling berkaitan ini dapat mengatasi masalahyang menyangkut hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya.
Pada dasarnya, flagmentasi ilmu pengetahuan ( sains ) kedalam ilmu-ilmu yang lain
disebabkan karena :
1.     Studi yang terlalu menjurus, dan mendalam;
2.     Penelitian ilmiah dimasa lampau sering dipusatkan pada kejadian yang sangat khas;
3.     Pada penguraian situasi yang selalu terpisah-pisah;
4.     Pada gejala yang saling terikat antara satu dengan yang lain.
Ilmu yang menyangkut masalah lingkungan ke dalan kategori variable yang serupa, yaitu energi, materi, ruang, waktu, dan keanekagaraman (deversitas).
Ilmu lingkungan juga dianggap sebagai titik pertemuan “ilmu murni dan ilmu terapan“. Karena ilmu lingkungan sebenarnya ialah ekologi (ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap mahluk hidu), menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya. Adapun perbedaan antara ilmu murni dan ilmu terapan adalah oleh batas yang terlalu dibuat-buat, yang bersifat tradisi belaka. Asas dan konsep ekologi pada ilmu lingkungan dapat digunakan menanggulangi masalah dibidang keilmuan yang lebih diterapkan.


B. Etnologi Sebagai Dasar Ilmu Lingkungan

Mahluk hidup pada dasarnya dipelajari dalam unit populasi.Populasi adalah sekelompok individu-individu mahluk hidup yang sejenis yang hidup dalam suatu lingkungan tertentu.

1.     Individu
Individu berasal dari bahasa latin, yaitu in = tidak; dan divides = dapat dibagi.
Individu ialah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk. Contoh : peristiwa yang sama akan terlihat pada dunia hewan, misalnya voluox.
Voluox merupakan hewan yang bersel satu, hewan ini hidup berkelompok ( berkoloni ).
Banyak sedikitnya individu yang termasuk dalam satu populasi bergantung pada potensi untuk berbiak saling antara individu yang satu dengan individu yang lain.
Perubahan kepadatan populasi disebabkan oleh :
1. Mortalitas ( angka kematian )
2. Natalitas ( angka kelahiran )
3. Imigrasi ( perpindahan )


2. Populasi
Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu suatu spesies makhluk hidup yang sama. Contohnya, biawak ( varanus salvator ) sejenis reptilian, dijumpai secara tersebar diseluruh kumpulan Indonesia. Tentunya sangat sulit untuk menentukan populasi, karena adanya wilayah yang terpisah-pisah. Cara menentukan batasan populasi yang lebih baikdidasarkan pada pengaruh atau individu yang lain dalam suatu populasi.
Kepadatan populasi yang tinggi akan menimbulkan persaingan atau kompetisi yang dapat menimbulkan 2 akibat, yaitu :
1. Dalam jangka waktu yang singkat akan menimbulkan akibat ( efek ) ekologi;
2. Dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan akibat evolusi.

Dalam jangka waktu yang singkat, akibat dari ekologi berupa :
a.    Kelahiran, kelangsungan hidup, dan pertumbuhan populasi yang boleh jadi tertekan
b.    Pemindahan ( emigrasi ) populasi yang mungkin meningkat.

Efek dari evolusi ( persaingan yang dapat menyebabkan perubahan ) :
a.    Adanya perebutan makanan ( hokum alam )
b.    Siapa yang menang, dialah yang meneruskan generasi.

Ada dua factor yang dapat menurunkan daya biak populasi, yaitu :
1. Faktor bergantung pada kepadatan populasi itu sendiri ( density- dependent factor )
2. Fakor yang tidak bergantung pada kepadatan populasi ( density- independent factor )

3. Komunitas
Komunikasi adalah beberapa kelompok mkhluk hidup bersama-sama dalam suatu tempat yang bersamaan. Contoh populasi semut, kutu daun, dan pohon tempat mereka
tinggal membentuk suatu komunitas.

a.    Perubahan komunitas
Keadaan komunitas di permukaan batuan berubah sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan komunikasi yang sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi akan berlangsung terus sampai pada suatu saat terjadi suatu “ komunitas padat “. Komunitas padat ini disebut “ komunitas klimaks “.

b.    Pemungutan hasil populasi
Ada empat macam pengertian yang penting untuk diketahui sehubungan dengan pemungutan hasil pelbagai bentuk populasi oleh manusia :
1.    Biomassa ialah berat total populasi
2.    Hasil bawaan ( standing crop ) ialah jumlah individu atau biomassa suatu populasi pada waktu tertentu
3.    Produktivitas ialah jumlah jaringan hidup yang dihasilkan oleh suatu populasi dalam jangka waktu tertentu
4.    Hasil panen ialah jumlah hasil yang dipungut pada suatu waktu panen bagi kepentingan manusia.

Kombinasi komunitas dan menjalankan fungsi yang agak berbeda. Komunitas antara habitat, tempat suatu spesies hidup, dengan fungsi spesies dalam habitat itu, memberikan pengertian nicia (niche). Nicia digunakan untuk meramal macam tumbuhan dan hewan yang dapat ditemukan dalam suatu komunitas, nicia juga dipakai untuk menaksirkan kepadatan dan fungsinya pada suatu komunitas, serta menaksirkan
kepadatan dan fungsinya pada suatu musim.
Margalef ( 1958 ) mengemukakan bahwa untuk menentukan keanekaragaman itu dalam organisasi komunitas perlu dipelajari aspek keanekaragamanitu dalam organisasi komunitasnya. Misalnya :
1.     Mengalokasikan individu populasinya ke dalam spesiesnya;
2.     Menempatkan spesies tersebut ke dalam habitat atau nicia-nya;
3.     Menentukan kepadatan relatifnya dalam habitat tersebut;
4.     Menempatkan setiap individu ke dalam tiap habitatnya dan menentukan fungsinya.

4. Ekosistem
Tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas adalah ekosistem. Sinar matahari merupakan sumber energi dalam sebuah ekosistem, yang oleh tumbuhan dapat diubah menjadi kimia melalui proses fotosintesis dan seterusnya diolah dalam proses metabolism. Beberapa bagian jaringan hidup yang dibentuk, seperti daun, buah, biji, dan umbi dapat dimakan oleh herbivore.
Di dalam tanah dijumpai dua jenis microba, yaitu mikroba pembusuk dan mikroba pengurai. Tumbuhan yang dapat membentuk bahan organic dari mineral dan energy matahari dengan proses fotosintesis merupakan komponen produsen dalam ekosistem.
Di simpulkan bahwa dalam kehidupan di muka bumi ini, makhluk hidup tidak dapat berdiri sendiri, bergantung satu dengan lainnya dan lingkungan abiotik. Dalam ekosistem terjadi aliran energi dan siklus materi. Ekosistem secara rinci dibedakan atas ekosistem darat dan ekosistem air. Selanjutnya, dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air asin.


C. Pengaruh Manusia dalam Lingkungan

Manusia dengan pengetahuannya mampu mengubah keadaan lingkungannya sehingga menguntungkan dirinya.Pada zaman Neolitikum, kira-kira 12000 tahun yang lalu, nenek moyang kita dari berburu kemudian memelihara hewan buruannya. Dari manusia pemburu berubah menjadi manusia pemelihara. Dari manusia “ nomadis “ berubah menjadi menetap. Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Di lain pihak, kemajuan dalam bidang kebudayaan telah pula menambah kebutuhan manusia.

1. Lingkungan Hidup yang diharapkan Manusia
Setiap makhluk hidup menginginkan agar temapat hidupnya memberikan keamanan dan menyenangkan. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas tertentu. Semakin besar keanekaragaman ekosistem, semakin besar stabilitasnya. Walaupun hutan dikatakan mempunyai stabilitas yang tinggi, tetapi kecil sekali memberikan daya dukung ( carrying capacity ) untuk keberlangsungan cara hidup manusia. Yang dimaksud daya dukung ialah adanya unsure biotic dan abiotik yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Energy tambahan kepada ekosistem itu disebut subsidi energy, istilah ini dikemukakan oleh Adam ( 1971 ).
Harus diakui bahwa disatu pihak Tuhan telah menciptakan seluruh alam dengan isinya untuk manusia, tetapi di lain pihak manusia harus menciptakan agar lingkungan hidup memiliki daya dukung yang kuat.
Kelvin Lynch dalam bukunya site planning ( 1962 ) mengingatkan bahwa suatu kota harus menyediakan cukup fasilitas yang berupa perumahan, air, udara, cahaya, bebas dari gangguan kebisingan suara, dan tempat untuk menampung kegiatan sehari-hari tanpa meninggalkan segi estetika perkotaan. Penduduk yang padat pada suatu lingkungan hidup seringkali merusak estetika lingkungan hidup itu.

2. Macam sumber daya alam
Sumber daya alam digolongkan menjadi dua, yaitu : sumber daya alam berupa makhluk hidup ( sumber daya lam biotik ) dan sumber daya alam berupa tidak hidup (sumber daya lam abiotik ). Sumber daya lam biotic meliputi hewan liar maupun piaraan, hutan, dan tumbuhan lainnya. Sumber ini mempunyai sifat dapat memperbarui diri, artinya dapat memperbanyak diri dengan cara berkembang biak. Sember daya biotic sering pula dinamakan renewable resources. Sumber daya lama abiotik tidak mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah banyak dan disebut non-renewable resources.

3. Konservasi Sumber Daya Alam
Konservasi lingkungan merupakan masalah besar bagi kita yang meliputi : konservasi air, tanah, hutan, mineral, dan margasatwa.
Masalah utama dari penggunaan dan pengontrolan air antara lain :
1.    Menyimpan air sampai kita gunakan;
2.    Mengangkutnya sampai ke tempat manusia memerlukannya;
3.    Mencegah menumpuknya atau melenyapnya air pada suatu tempat yang sangat
4.    membahayakan manusia dan makhluk lain.
.
4. Pertumbuhan Penduduk dan Sumber daya alam
Penduduk bumi pada tahun 1975 diperkirakan berjumlah 3967 juta, tahun 1991 berjumlah 5 miliar, dan pada tahun 2000 diperkirakan mencapai 6253 juta jiwa.
Pertambahan penduduk yang pesat itu sudah dapat dipastikan akan meningkatkan keperluan sumber daya lam bagi manusia. Sampai saat ini, hampir di seluruh bagian bumi telah banyak ditemukan sumber daya alam mineral dan bahan tambang lainnya.
Beberapa sumber daya alam yang selama ini telah dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia. Sember daya alam tumbuhan dapat berupa tumbuhan yang dibudidayakan seperti perkebunan, pertanian, ataupun tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

5. Macam Polusi dan Bahayanya
Polusi ( pollutant ) dapat digolongkan ke dalam dua golongan, bersifat kuantitatif
(quantitative pollutant) dan bersifat kualitatif ( qualitativepollutant ). Substansi yang secara ilmiah terdapat di alam lingkungan tetapi jumlahnya menjadi meningkat karena adanya kegiatan manusia dinamakan polutan yang bersifat kuantitatif. Sintesis yang
dihasilkan oleh adanya kegiatan hidup manusia kita sebut pollutan yang bersifat kualitatif.

a.    Polusi Udara
Polusi udara mempunyai sumber yang beranekaragam. Dari kendaraan termotor
dikeluarkan polutan ke udara dalam bentuk gas : karbon monoksida ( CO ), nitrogen oksida, belerang oksida, hidrokarbon, dan partikel padar. Disamping itu, masih terdapat lagi sumber polutan udara, misalnya pabrik besi baja, penyulingan minyak bumi, dan pabrik petrokimia.
Menurut data yang diperoleh daripenelitian menunjukan polusi udara telah banyak menimbulkan gangguan kesehatan manusia. Mari kita teliti lebih lanjut mengenai polusi udara dan efeknya terhadap tubuh manusia.
Karbon monoksida dapat menyebabkan pekerjaan darah atau hemoglobin terganggu. Fungsi hemoglobin yang ada pada butir darah merah untuk mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh menjadi terganggu karena terikatnya CO pada hemoglobin. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen yang sangat vital sehingga jantung dan paru-paru akan bekaerja lebih keras lagi untuk memberikan oksigen.

b.    Polusi Air dan Tanah
Polutan sebagai hasil kegiatan hidup manusia dapat juga mencemarkan air dan tanah. Bila jumlah penduduk suatu Negara berkembag maka, perindustrian pun berkembang sehingga masuklah banyak polutan ke system perairan, antara lain adalah detergen, asam belerang, dan banyak lagi subtansi kimia. Begitu pula dengan peningkatan produksi pertanian untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk, semakin banyak lagi polutan dihasilkan. Seperti pestisida, herbisida, dan nitrat.
Polutan air di dalam tanah karena polutan tertentu dapat membinasakan mikroorganisme yang terdapat pada tanah dan perairan yang sumbernya mempunyai peranan penting dari siklus materi pada suatu ekosistem.
Pestisida meliputi fungisida, herbisida, insektisida, fimigan, dan rodentisida.
Insektisida digolongkan menjadi dua golongan besar; hidrokarbon chloride (chlorinate hydrocarbon ), misalnya DDT, aldrin dan lain-lain, serta fosfor organik seperti parathion, malathion, dan lain-lain. Sisa pestisida dalam tanah dapat menimbulkan banyak masalah pertanian. Sisa-sisa pestisida terbesar disebabkan oleh penyemprotan atau penggunaan langsung dari tanah.
Bahaya-bahaya utama dari sisa-sisa insektisida hidrokarbon chloride adalah bahaya terhadap rantai makanan pada suatu ekosistem. DDT yang terdapat pada satu tahun, misalnya, dihisap secara selektif oleh plankton yang akan dimakan oleh ikan kecil yang akan dimakan oleh ikan yang lebih besar lagi. Konsentrasi ini sering disebut sebagai biological magnification.

 
c.    Polusi Suara
Kebisingan yang berlangsung sehari-hari terutama di kota besar, dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penduduk yang pesat diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam waktu 20 tahun mendatang. Seperti halnya suhu, kuat lemahnya suara dapat diukur pula, yaitu digunakan satuan decibel (db).
Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui sampai dimana pengaruh suara tadi terhadap organ tubuh manusia. Akibat yang dapat timbul ialah hilangnya daya pendengaran secara permanen bila seorang mendengar suara dengan kekuatan yang
tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar