Senin, 07 September 2020

Rumus Praktis Hukum Faraday

Hubungan kuantitatif antara muatan listrik dan perubahan kimia dalam sel elektrokimia akan kita pelajari dalam Hukum Faraday yang berbunyi sebagai berikut :

  1. Massa zat yang diendapkan atau dibebaskan pada elektroda sebanding dengan muatan listrik yang melewati suatu elektrolit. muatan listriki 1 Coulomb (C) = muatan listrik yang ada jika arus sebesar 1 ampere (A) mengalir selama 1 detik(s) 
  2.  Jika sejumlah muatan listrik yang sama dilewatkan pada beberapa zat elektrolit yang berbeda, massa yang dibebaskan atau diendapkan sebanding dengan massa ekivalennya (e)

Perhatikan reaksi berikut : 
Cu2+ + 2e --> Cu
Berdasarkan reaksi di atas, dipahami sebagai : Untuk mengendapkan 1 mol Cu diperlukan 2 mol elektron atau pernyataan lainnya :  Untuk mengendapkan 2 mol Cu diperlukan 4 mol elektron. (ingat : koefisien reaksi setara = mol reaksi)
Dengan demikian banyaknya Cu yang terendapkan bergantung pada banyaknya listrik (elektron) yang dialirkan.
Perhatikan : 
1 mol elektron mengandung 6,02 x 1023 elektron
muatan 1 elektron = 1,6022 x 10-19 coulomb
muatan 1 mol elektron = (6,02 x 1023) (1,6022 x 10-19) = 96.494 C setara dengan 96.500 C
dimana muatan listrik 96.500 C ini disebut 1 Faraday (F)
jadi : 1 mol elektron setara 96.500 C setara 1 Faraday

Mari kita berlatih dengan beberapa soal berikut :

Soal Nomor 1 :

Berapa Faraday listrik yang diperlukan untuk mengubah 1 mol Fe3+ menjadi Fe

Penyelesaian : 

Perhatikan reaksi : Fe3+ + 3e  à Fe (ingat perbandingan koefisien reaksi = perbandingan mol)

Berdasarkan reaksi di atas, dapat dibaca sebagai : untuk mengendapkan 1 mol Fe, diperlukan 2 mol electron

Fe3+ + 3e --> Fe

1 mol Fe3+ ~ 3 mol electron ~ 1 mol Fe

1 mol electron ~ 96.500 C ~ 1 F

Jadi jumlah Faraday listrik untuk mengendapkan 1 mol Fe sebanyak 3 mol elektron atau sama dengan 3 Faraday (F)


Soal Nomor 2 :

Berapa Faraday listrik yang diperlukan untuk mengubah 1 mol Pb menjadi PbO2

Penyelesaian : 

Perlu diketahui biloks/muatan Pb dalam senyawa PbO2 berapa? 

bo PbO2 = 1 x bo Pb + 2 x bo O

0 = bo Pb + 2(-2)

0 = bo Pb – 4

bo Pb = + 4

Sehingga dapat ditulis reaksi ion sebagai berikut : Pb à Pb4+ + 4e

Berdasarkan reaksi, maka 1 mol Pb ~ 1 mol Pb4+ ~ 4 mol electron

Jadi jumlah Faraday listrik yang diperlukan untuk merubah Pb menjadi PbO2 sebanyak 4 electron atau sama dengan 4 Faraday


Soal Nomor 3 :

Berapa Faraday listrik yang diperlukan untuk mengubah 1 mol H2S yang dioksidasi oleh KMnO4 untuk menghasilkan K2SO4 dan MnO2

Penyelesaian :

Perhatikan reaksi : H2S + KMnO4  à K2SO4 + MnO2

Untuk mengetahui jumlah electron yang terlibat dalam reaksi terlebih dahulu di hitung perubahan bilangan oksidasi untuk reaksi di atas.

Berdasarkan uraian di atas untuk 1 mol H2S dioksidasi oleh KMnO4, biloks S terjadi perubahan biloks dari -2 menjadi +6 atau terjadi kenaikan biloks sebanyak 8 electron. Dengan demikian untuk 1 mol H2S jika dioksidasi oleh KMnO4 diperlukan 8 electron atau sama dengan 8 Faraday


Soal Nomor 4 :

Suatu arus sebesar 1,5 A dilewatkan pada suatu sel yang mengandung larutan NiSO4 selama 40 menit

a.       Berapa gram Ni yang mengendap di katoda (Ar Ni = 58,71)

b.       Berapa liter volume gas yang dihasilkan di anoda pada keadaan STP

c.       Berapa pH larutan di sekitar elektroda setelah elektrolisis selesai


Penyelesaian :

Reaksi : NiSO4 à Ni2+ + SO42-

Jika di asumsikan bahwa elektroda yang digunakan adalah inert, maka :

Katoda  : Ni2+ +2 e à Ni

Anoda   : 2H2à 4H+ + O2 + 4e

a. Massa Ni di katoda = …?

   Berdasarkan Hukum Faraday I












Jadi massa Ni di katoda sebesar 1,1 gram

b. Volume gas O2 di Anoda = … ?

Perhatikan reaksi : 

Katoda  : Ni2+ +2 e à Ni ………      x 2

Anoda   : 2H2à 4H+ + O2 + 4e … x 1

Reaksi Sel : 2Ni2+ + 2H2à 2Ni + 4H+ + O2

Ingat konsep stoikiometri maka :






Dengan memperhatikan perbandingan koefisien reaksi maka,

Mol O2 = ½ x mol Ni

              = ½ x 0,02

              = 0,01 mol

Jadi Volume O2 di anoda pada keadaan STP adalah :

Volume O2 = 0,01 mol x 22,4 L/mol   = 0,224 L


c. pH larutan = …?

 Reaksi : NiSO4 à Ni2+ + SO42-

Jika di asumsikan bahwa elektroda yang digunakan adalah inert, maka :

Katoda  : Ni2+ +2 e à Ni ………….. x 2

Anoda   : 2H2O à 4H+ + O2 + 4e … x 1

Reaksi Sel: 2Ni2+ + 2H2O à 2Ni + 4H+ + O2

Ingat pH (derajat keasaman) berhubungan dengan ion H+  / OH-

(perhatikan reaksi, perbandingan koefisien Ni terhadap H+ = 2 : 4

Mol H+ = 2 x mol Ni

             = 2 x 0,02

             = 0,04 mol

Jika larutan sebanyak 1 liter maka, jumlah mol = molaritas (M = mol/L)

[H+] = 0,04 M = 4 x 10-2 M

pH = - log [H+]

      = - log 4 x 10-2

      = 2 – log 4


Soal Nomor 5 :

Arus listrik yang sama di alirkan melalui larutan AgCl dan LSO4. setelah elektrolisis selesai dihasilkan 20 g logam Ag dan 5 g logam M (diketahui Ar Ag = 108)

a.       Berapakah massa atom realtif logam L

b.       Jika jumlah neutron logam L diketahui sebanyak 29, terletak pada periode dan golongan berapakah logam L dalam system periodic unsur


Penyelesaian :

Berdasarkan Hukum Faraday II

Perhatikan reaksi : LSO4 à L2+ + SO42-

Untuk mengendapkan L2+ di katoda memerlukan 2 mol electron seperti reaksi : L2+ + 2e à L

Dengan demikian : 






Jika diketahui jumlah neutron logam L = 29, maka :

Jumlah proton = jumlah electron = NA – Jn

                           = 54 – 29

                           = 25

Sehingga konfigurasi elektronnya : 25L : (Ar) 4s2 3d5

Dalam SPU, unsur L terletak pada : Golongan : VII B dan Periode : 4

0 komentar:

Posting Komentar