Rabu, 01 April 2020

Pembahasan Soal Pra UN 2020 Mata Pelajaran Kimia Nomor 1 - 20

Sahabat pojok kimia, pada postingan sebelumnya seorang siswa saya sudah menuliskan pembahasan soal pada blog ini. Hari ini dua orang siswa saya Iren dan Winda, siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 2 Kupang, Tahun Pelajaran 2019/2020 mengirimkan pembahasan paket soal lainnya untuk di publish di blog ini. 
Sangat menarik untuk memuat pembahasan yang sudah mereka buat sendiri, jadi ini adalah original hasil pembehasan mereka dari hasil belajar dari rumah berhubung merebaknya virus corona atau COVID-19. 
Nah sahabat pojok kimia, yuk simak pembahasan soal yang Iren dan Winda sediakan untuk kita, semoga membantu kita belajar kimia di rumah. 



Soal ini merupakan soal Pra UN 2020 yang disediakan oleh guru Kimia dalam rangka mempersiapkan kami siswa yang mengambil mata pelajaran pilihan Kimia untuk UNBK 2020. 
Soal ini disediakan dalam bentuk latihan uji pemahaman mandiri secara online, anda mau coba untuk menguji pemahaman anda sebelum melihat pembahasan yang disediakan?

Klik start untuk memulai uji pemahaman secara online :




Setelah anda sudah menyelesaikan dan klik kirim / submit pada akhir form maka anda langsung bisa melihat jumlah skor yang diperoleh untuk mengetahui tingak penguasaan anda terhadap kesiapan anda mengikuti Ujian Nasional 2020

Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, pertahankan prestasimu dan teruslah belajar. Bagus! jika masih dibawah 80%, maka silakan anda membaca ulang materi Kimia agar anda benar-benar mendapatkan kemajuan belajar.

Berikut skor tingkat pengusaan dalam belajar : 
90 - 100% = baik sekali
80 - 89 %  = baik
70 - 79 %  = cukup
< 70 %      = kurang


Pembahasan soal ini saya bagi menjadi 3 yaitu bagian I (nomor 1 - 20), bagian II (nomor 21 - 35) dan dibagian III merupakan soal uraian (nomor 36 - 40)


Bagian I : Pembahasan Soal Nomor 1 - 20



Nomor 1 :
Sari tinggal dikawasan industri, Ia mengamati bahwa air di lingkungan tempat tinggalnya keruh dan berbau. Ia menduga air tersebut telah tercemar sehingga tidak layak dikonsumsi. Sari ingin mengetahui mengapa air disekitar tempat tinggalnya keruh dan berbau. Untuk membuktikan penyebab air keruh dan berbau, sari perlu melakukan kegiatan penelitian mengikuti langkah - langkah metode ilmiah. Langkah-langkah kerja berikut merupakan langkah-langkah metode ilmiah yang diperlukan sari dalam mencari penyebab air keruh dan berbau, diantaranya:
(1) Merumuskan masala
(2) Melakukan eksperime
(3) Mengolah data
(4) Menemukan masalah
(5) Menyusun kerangka teori
(6) Membuat laporan
(7) Menarik kesimpulan
(8) Merumuskan hipotesis
Urutan langkah kerja yang tepat sesuai metode ilmiah yaitu ….
A. 4 1 – 5 8 2 – 3 7 6
B. 1 – 4 2 – 3 – 5 6 – 7 – 8
C. 2 – 7 4 – 6 – 5 3 – 1 8
D. 5 – 1 3 – 8 7 2 – 4 8
E. 1 – 2 3 4 – 5 6 7 – 8


Pembahasan : Cukup Jelas

Nomor 2 :
Perhatikan gambar berikut!
Berdasarkan gambar tersebut, pernyataan yang tepat tentang sinar katoda adalah .... 
A. muatan elektron 1,96 x 1019 Coulomb
B. bergerak dari P menuju Q
C. tidak dibelokkan oleh medan magnet
D. bermuatan positif
E. partikel sinar katoda terpengaruh bahan katoda dan anoda

Pembahasan : 
Berdasarkan gambar, percobaan merupakan Eksperimen J.J Thomson menggunakan tabung sinar kotoda
Sinar katode adalah aliran elektron-elektron yang keluar dari katode menuju ke anode
Sifat-sifat sinar Katoda :
1. merambat meurut garis lurus
2. dapat memendarkan seng sulfida dan barium platinasianida
3. terdiri dari partikel bermuatan negatif ( elektron )
4. dapat menimbulkan kalor pada benda-benda yang ditumbuknya
5. menghitamkan plat film
6. dapat menyimpang dala medan magnet dan medan listrik
7. dapat menghasilkan sinar x ketika menumbuk zat

Nomor 3 :
Harga keempat bilangan kuantum untuk elektron terakhir dari atom 35Cl adalah ....
A.   n = 3;l = 0;m = -1;s = +½
B.    n = 3;l = 0;m = +1; s = -½
C.   n = 3;l = 1;m = +1;s = +½ 
D.   n = 3;l = 2;m = 0;s =
E.    n = 3;l = 1;m = 0;s =

Pembahasan :
Konfigurasi 35Cl : (Ar) 4s2 3d10 4p5
Berdasarkan konfigurasi maka : electron 4p di gambarkan : 
Elektron terakhir terdapat pada kotak ke dua dengah arah elektron ke bawah sehingga ke empat bilangan kuantum adalah : n = 3;l = 1;m = 0;s = -½

Nomor 4: 
Perhatikan susunan partikel atom dari dua buah unsur berikut, dalam model atom Bohr:

Notasi kedua unsur tersebut secara berturut-turut adalah....

Pembahasan :
Ingat notasi unsur -->
Nomor 5 :
Perhatikan data berikut :
Berdasarkan data tersebut, pasangan data yang berhubungan secara tepat adalah ….
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3
C. (2) dan (3
D. (2) dan (4
E.  (3) dan (4)

Pembahasan : Cukup Jelas
Baca : Tata Nama Senyawa Biner 

Nomor 6 :
      Gugus OH pada alkanol termasuk gugus yang cukup reaktif, sehingga menyebabkan alkanol banyak terlibat dalam berbagai reaksi. Jika etanol sebanyak 13,8 gradireaksikan dengan gas oksigen sebanyak 19,2 gram sesuai dengan persamaan reaksi berikut : C2H5OH(l) + O2(g) à CO2(g) + H2O(I) (belum setara)
Massa gas CO2   yang dihasilkan sebanyak …..(Ar C = 12, Ar O = 16, Ar H = 1
A. 8,8 g
B. 13,2 g
C. 17,6
D. 26,4
E. 35,2 g

Pembahasan :

Nomor 7 :
      Kadar gas krypton di udara adalah 1,15 x 10-4 %. Jika dinyatakan dalam bpj, kadar tersebuadalah ….
     A. 1,15 bp
     B. 11,1 bp
     C. 115 bp
     D. 1150 bpj
     E11.500 bpj

Pembahasan :

Nomor 8 :
Perhatikan gambar berikut :

Campuran berikut yang dapat dipisahkan dengan alat-alat pada gambar diatas adalah ….
A. Air + Alkohol
B. Eter + Air
C. Air + Garam
D. Alkohol + Pasir
EAir + Tinta

Pembahasan :
     Gambar diatas terdiri atas : statif, labu pisah dan erlenmeyer. Labu pisah di gunakan untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis/sifat kepolaran dari senyawa. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. dengan demikian campuran yang yang dapat dipisahkan dengan alat sesuai gambar adalah eter + air 

Nomor 9 :
Perhatikan gambar hasil uji elektrolit terhadap beberapa larutan berikut
     Berdasarkan hasil tersebut, pasangan larutan yang memiliki derajat ionisasi = 0 dan derajat ionisasi = 1 berturut-turut adalah….
A. (2) dan (4
B. (4) dan (5
C. (1) dan (5
D. (3) dan (1
E.  (2) dan (1)

Pembahasan :
α = 0 artinya larutan tidak mengalami ionisasi dan bersifat non elektrolit dengan tanda tidak  adalanya gelembung gas pada elektroda dan lampu tidak menyala pada saat percobaan
α = 1 artinya larutan mengalami ionisasi dan bersifat elektrolit dengan tanda adalanya gelembung gas pada elektroda dan lampu menyala atau tidak menyala pada saat percobaan

Nomor 10 :
Perhatikan gambar dua larutan berikut ini!
Peryataan terkait kedua larutan tersebut adalah :
(1) Kedua larutan sama-sama memiliki pH = 3
(2) Kedua larutan adalah asam dan basa
(3) Kedua larutan memiliki harga (H+) yang sama
(4) Kedua larutan dapat mengubah warna lakmus merah
(5) Kedua larutan  dapat terionisasi sempurna
Pasangan penjelasan yang tepat mengenai kedua larutan tersebut adalah ….
A. (1) dan (3
B. (1) dan (5
C. (2) dan (4
D. (2) dan (5
E.  (3) dan (5)

Pembahasan :

Nomor 11 :
      Berikut  data  hasil titrasi  25  ml CH3COOH  dengan  NaOH  PH  12,7  menggunakan  indikator fenolftalein.
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi CH3COOH adalah ....
A. 0,0 4 M                       
B. 0,10 M
C. 0,06 M
D. 0,12 M
E. 0,08 M

Pembahasan :

Nomor 12 :
     Pada percobaan  titrasi larutan HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M diperoleh data sebagai berikut:
Berdasarkan data tersebut maka pH A, B, dan C berturut-turut adalah....
a.    kurang dari 7, sama dengan 7, lebih besar dari 7
b.    lebih besar dari 7, sama dengan 7, kurang dari 7
c.    sama dengan 7, lebih kecil dari 7, lebih besar dari 7
d.    kurang dari 7, lebih besar dari 7, sama dengan 7
e.    lebih besar dari 7, kurang  dari 7, sama dengan 7

Pembahasan :
Ingat reaksi penetralan : Asam + Basa --> Garam + air
Pada reaksi di atas HCl (asam kuat) dan NaOH (basa kuat) maka ;
Reaksi 1 :
Mol HCl = 10 x 0,1 = 1 mmol
Mol NaOH = 9 x 0,1 = 0,9 mmol
Reaksi : NaOH + HCl --> NaCl + air (perbandingan koefisien NaOH : HCl = 1 : 1)
Maka, terdapat 0,1 mmol HCl sisa sehingga pH campuran dihitung dari sisa asam kuat (HCl) sehingga pH campuran < 7

Reaksi 2 :
Mol HCl = 10 x 0,1 = 1 mmol
Mol NaOH = 10 x 0,1 = 1 mmol
Reaksi : NaOH + HCl --> NaCl + air (perbandingan koefisien NaOH : HCl = 1 : 1)
Maka, jumlah mol asam = jumlah mol basa (ekivalen) sehingga pH campuran = 7

Reaksi 3 :
Mol HCl = 10 x 0,1 = 1 mmol
Mol NaOH = 11 x 0,1 = 1,1 mmol
Reaksi : NaOH + HCl --> NaCl + air (perbandingan koefisien NaOH : HCl = 1 : 1)
Maka, terdapat 0,1 mmol NaOH sisa sehingga pH campuran dihitung dari sisa basa kuat (NaOH) sehingga pH campuran > 7

Nomor 13 :
Perhatikan tabel larutan garam yang terhidrolisis. Dari percobaan diperoleh data sebagai berikut:
Spesi yang tepat untuk  P, Q, R, S,  berturut turut adalah ... 
A.   CN- , H2O , OH- , NH4OH
B.    CN- , OH- , OH- , NH4OH
C.   Na+ , H2O , OH- , NH4OH
D.   Na+ , OH- , OH- , NH4OH
E.    CN- , H2O , H+ ,   NH4OH

Pembahasan :
Tips :
a.    Hidrolisis adalah peristiwa terurainya zat oleh air
b.    Garam adalah zat / senyawa yang disusun oleh ion(+)/kation dan ion (-)/anion dari asam / basa
c.    Bagian garam yang mengalami hidrolisis adalah bagian yang lemah
d.    Jika :       
     As. K + Bs. K --> garam tidak terhidrolisis (pH = 7, sifat larutan netral)
          As. L + Bs. K --> garam mengalami hidrolisis parsial (pH > 7, sifat larutan basa)
          As. K + Bs. L --> garam mengalami hidrolisis parsial (pH < 7, sifat larutan asam)
          As. L + Bs. L --> garam mengalami hidrolisis total (pH tergantung Ka dan Kb)
e.    Uji larutan asam basa dengan lakmus, Asam = lakmus biru --> merah 
    Basa = lakmus merah --> biru

Nomor 14 : 
Pada fermentasi glukosa dengan bantuan enzim terjadi reaksi sebagai berikut!
C6H12O6 (s) à 2C2H5OH (l) + 2CO2 (g)
Reaksi tersebut berlangsung lambat dengan hasil samping berupa gas karbon dioksida. Setelareaksi berlangsung suhu dalam sistem meningkat.
Berdasarkan informasi di atas pernyataan berikut ini yang tepat adalah ….
A.   Reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm karena sistem menyerap kalor dari lingkungan
B.    Reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm karena sistem melepas kalor ke lingkungan
C.   Reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm karena sistem menyerap kalor dari lingkungan
D.   Reaksi tersebut termasuk reaksi endoterm karena sistem melepas kalor dari lingkungan
E.    Reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm karena lingkungan melepas kalor ke system
Pembahasan :
Suhu dalam system meningkat maka reaksi tersebut termasuk reaksi eksoterm karena system melepas kalor ke lingkungan

Nomor 15 :

Berikut ini beberapa gambar proses pelarutan gula dengan massa yang sama:
Gambar yang laju reaksinya hanya dipengaruhi oleh suhu adalah....
A. 1 menjadi 2
B. 1 menjadi 3
C. 2 menjadi 3
D. 3 menjadi 4
E. 3 menjadi 5 

Pembahasan : cukup jelas, percobaan yang hanya dipengaruhi suhu adalah gambar 1 menjadi 3

Nomor 16 :
Amonia dibuat dengan bahan sederhana yang ada diudara dengan cara mereaksikan gas nitrogen dan gas hidrogen tentu dengan perlakuan khusus. Nah, proses pertama kali pembuatan amonia dilakukan oleh Fritz Harber dan Carl Bosch sehingga pembuatan amonia ini juga dikenal dengan proses Harber - Bosch. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:  N2(g) + 3H2(g) ÃŸÃ  2NH3(g)   ∆H= - 92 kJ
Yang harus dilakukan agar produksi amonia yang dihasilkan ini jadi lebih besar adalah....
A. memperbesar konsentrasi N2 dan H2, memperbesar tekanan, menaikkan suhu, menggunakan katalis
B. memperbesar konsentrasi N2 dan H2, memperbesar volume, menurunkan suhu, Menggunakan katalis
C. memperbesar konsentrasi N2 dan H2, memperbesar tekanan, menaikkan suhu, menggunakan katalis
D. memperbesar konsentrasi N2 dan H2, memperbesar tekanan, menurunkan suhu, menggunakan katalis
E.  memperbesar konsentrasi N2 dan H2, memperkecil volume, menaikkan suhu, menggunakan katalis

Pembahasan :
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan diantaranya :
1.    Konsentrasi : jika konsentrasi zat di perbesar maka reaksi akan bergeser menjauhi zat sebaliknyajika konsentrasi zat diperkecil maka reaksi akan bergeser mendekati zat
2.    Suhu : jika suhu di naikkan (reaksi eksoterm) maka reaksi akan bergeser kearah reaksi endoterm, sebaliknya jika suhu diturunkan (reaksi endoterm) maka reaksi bergeser kearah reaksi eksoterm
3.    Tekanan dan volume : jika tekanan diperbesar (volume diperkecil) reaksi akan bergeser kearah jumlah koefisien pereksi/produk yang kecil sebaliknya jika tekanan diperkecil (volume diperbesar) reaksi akan bergeser kearah jumlah koefisien pereksi/produk yang besar
4.    Katalis : zat yang dapat mempercepat terjadinya reaksi kimia
Dengan demikian, berdasarkan reaksi : 
N2(g) + 3H2(g) ßà 2NH3(g); ∆H= - 92 k
Yang dapat dilakukan agar produksi gas NH3 diantaranya memperbesar konsentrasi N2 atau konsentrasi H2, mengurangi / memperbesar konsentrasi NH3, memperkecil / menurunkan suhu system serta memperbesar tekanan system dan menggunakan katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi kimia

Nomor 17 :
Data pengelompokan system koloid yang tepat adalah ….
Pasangan data yang paling tepat adalah ….
A. (1) dan (3)
B. (1) dan (5)
C. (2) dan (4)
D. (2) dan (4)
E.  (3) dan (4)

Pembahasan :
Tips :
a.    Efek Tyndall : penghamburan cahaya sinar oleh partikel koloid sehingga jalannya sinar terlihat jelas
b.    Adsobsi : terikatnya suatu partikel pada permukaan partikel koloid
c.    Elektroforesis : pemisahan koloid bermuatan oleh pengaruh medan listrik
d.    Koagulasi : penggumpalan partikel koloid oleh pengaruh elektrolit atau aksi mekanik
e.    Koloid pelindung : suatu bentuk campuran kasar yang ditambahkan pada ke dalam suatu sistem koloid agar stabil. Fungsi koloid pelindung adalah untuk melindungi koloid yang diberi koloid pelindung lebih stabil.
f.     Dialysis : pemisahan koloid melewati membran berdasarkan laju transport partikel

Nomor 18 :
Berikut ini merupakan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari
(1) Edward mengubah air laut menjadi air tawar
(2) Muntholib menggunakan infus ketika di rawat di rumah sakit
(3) Luthfi menambahkan etilen glikol pada radiator mobil
(4) Pak Karmono memberikan air kapur ketika digigit lintah
(5) Bu Karimun menambahkan zat pewarna ketika membuat es lilin
Berdasarkan peristiwa tersebut, yang merupakan penerapan sifat koligatif larutan dalam hal tekanan osmosis dan penurunan titik beku berturut-turut ...
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (5)
D. (1) dan (4)
E.  (4) dan (5)

Pembahsan :
Nomor 1 : tekanan osmotik
Nomor 2 : Dialisis
Nomor 3 : Penurunan titik beku larutan
Nomor 4 : adsorbsi
Nomor 5 : Koloid pelindung

Nomor 19 :
Diketahui:
Dari data di atas apa yang dapat di bandingkan….
A.   titik beku CO(NH3) 2 lebih besar dibandingkan CaCl2 karena bersifat elektrorit
B.    titik beku CaCl2 lebih kecil dibandingkan NaCl, karena mempunyai nilai i yang lebih kecil
C.   titik beku NaCl  lebih kecil dibandingkan CH3COOH, karena  mempunyai nilai i yang lebih besar
D.   titik beku CH3COOH lebih kecil dibandingkan CO(NH3) 2, karena mempunyai nilai i yang lebih kecil
E.    titik beku CH3COH  lebih besar dibandingkan CaCl2, karena mempunyai nilai i yang lebih besar

Pembahasan :
Ingat : ∆Tb = Kb x m x I (Kb merupakan tetapan, sehingga ∆Tb bergantung pada m x i)
Jika m x i besar maka ∆Tb akan memiliki nilai besar.
Sedangkan Tb = Tb0 - ∆Tb, artinya makin besar ∆Tb maka nilai Tb makin negative / makin kecil titik beku larutan.
Berdasarkan data, molalitas larutan sama, maka titik beku hanya bergantung pada nilai i. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa titik beku NaCl < dibandingkan dengan CH3COOH karena nilai i dari NaCl = 2 sedangkan nilai i dari CH3COOH = 1

Nomor 20 :
Perhatikan gambar elektrolisis berikut ini :
Elektrolisis yang menghasilkan gas H2 ditunjukkan pada gambar ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 2 dan 4
D. 2 dan 3
E. 3 dan 4

Pembahasan :
a.    Elektrolisis NaCl (gambar 3)
NaCl --> Na+ + Cl-
Katoda     : 2H2O + 2e --> 2OH- + H2
Anoda      : 2Cl- --> Cl2 + 2e
b.    Elektrolisis KNO3 (gambar 5)
KNO3 --> K+ + NO3-
Katoda     : 2H2O + 2e --> 2OH- + H2
Anoda      : 2H2O --> 4H+ + O2 + 4e

Halaman Selanjutnya :     1     /     2     /     3

0 komentar:

Posting Komentar